Penjelasan Tema Dan Sub Tema Natal 2013

26 Nov 2013

Thema: ”Menjadi Gereja yang bertumbuh bersama Masyarakat”
Sub Thema: “Datanglah ya Raja Damai”.

Gema lagu-lagu Natal telah terdengar, tidak hanya dari rumah keluarga Kristen, tetapi di shopping center, tempat-tempat keramaian dan lain sebagainya. Adakah semuanya itu hanya kebiasaan saja, atau hanya sekedar ikut memeriahkan Natal tanpa ada pengertian yang mendalam dari makna yang tersirat dari syair-syair yang terdengar dari lagu-lagu tersebut. Begitu pula dengan berbagai hiasan Natal, yang tidak hanya terpajang di ruang tamu keluarga Kristen, tetapi juga terpajang di toko-toko, pusat keramaian dan lain sebagainya. Adakah dekorasi ini berkaitan dengan perayaan Natal, atau sekedar mengundang perhatian konsumen terhadap barang-barang yang dipajang di dalam toko? Sepertinya ada begitu banyak kejadian, semarak perayaan yang tidak begitu berkorelasi dengan Natal yang sebenarnya.

Dalam perayaan Natal tahun ini kita mengambil sub thema “Datanglah ya Raja Damai”. Ini merupakan doa permohonan, seruan kita kepada Tuhan. Ada apa dengan dunia tempat kita tinggal? Ada apa dengan lingkungan kerja kita? Mengapa kita berseru “datanglah ya Raja Damai? Mungkin kita merasa bahwa suasana disekitar kita aman dan nyaman saja, dan tidak ada kepentingan bagi kita untuk berseru “datanglah ya Raja Damai”. Seringkali kita membangun rasa nyaman atau damai yang semu. Dengan kata lain kita membangun tembok yang tebal dan tinggi, sehingga kita tidak terganggu oleh orang lain, dan kita berusaha untuk juga tidak mengganggu kehidupan orang lain. Dengan kalimat lain: kau urusi dirimu sendiri, jangan ganggu urusanku, dan akupun tidak mengusik kehidupanmu. Bukankah itu damai yang semu?

Dalam menyambut dan merayakan Natal kita diajak menaikkan seruan ini. Marilah kita melihat sejenak kehidupan disekitar kita, perhatikan penderitaan, kemiskinan, ketertinggalan, kasus-kasus penipuan, penggusuran dan lain sebagainya. Adakah kenyataan itu membuat kita keluar dari rasa nyaman atau damai yang semu? Ataukah kita memilih untuk menutup mata atas realita yang ada atau terjadi disamping kita?

Natal adalah peristiwa terusiknya sorga akan dosa manusia.Di dalam Tuhan Yesus Kristus, Allah meninggalkan kerajaan Damainya, turun kedalam dunia yang tidak pernah kunjung damai oleh karena dosa-dosa manusia. Peristiwa Natal menghantar kita untuk berdoa dan berkarya bagi kedamaian umat manusia. Oleh sebab itu, mari kita keluar dari damai yang semu, kedunia yang penuh dengan berbagai kemelut. Oleh karena itu setiap kali kita merayakan Natal, patut kita merenungkan untuk apa dan untuk siapakah perayaan itu? Adakah itu hanya untuk komunitas Kristen saja? Jika perayaan itu hanya untuk kalangan Kristiani saja, jangan-jangan Tuhan Yesus tidak mau hadir dalam perayaan itu. Doa dan undangan kita “Datanglah ya Raja Damai, menghantar langkah perayaan kita untuk menghadirkan Kasih Kristus dalam kehidupan mereka yang merindukan damai itu sendiri.

Oleh karena itu, biarlah semaraknya perayanan natal di tahun ini, kita warnai dengan berbagai kegiatan pelayanan kasih bersama masyarakat, sehingga kehadiran gereja benar-benar dalam rangka menyatakan dan mewujudkan seruan datanglah ya Raja Damai.

Mengawali akan perayaan Natal, di Advent yang pertama, disamping kita melaksanakan Perjamuan Kudus, kita juga diajak untuk mendukung di dalam doa bagi mereka yang terkena HIV AIDS. Solidaritas kita terhadap mereka yang terinfeksi HIV AIDS kita tunjukan dalam penerimaan kita terhadap mereka, jangan menjauhkan atau mengisolasi mereka, tetapi sebagaimana thema dan sub thema Natal kita, mari kita nyatakan bahwa merekapun layak untuk berseru “datanglah ya Raja Damai.”

Beberapa catatan penghantar dalam rangkaian masa Advent dan perayaan Natal 2013 dan tahun baru 2014.
1. Dalam Minggu Advent pertama, serentak di seluruh jemaat GKPB dilaksanakan Perjamuan Kudus, yang dirangkaikan juga dengan doa solidaritas bagi mereka yang terkena HIV AIDS, dan peran gereja dalam menanggulangi masalah HIV AIDS.
2. Ibadah Christmas Ave (malam Natal 24) dilaksanakan di tiap-tiap jemaat/BPI. Sekalipun perayaan Natal jemaat telah dilaksanakan sebelum tanggal 24 atau akan dilaksanakan sesudah tanggal 24, ibadah Malam Natal wajib dilaksanakan di tiap jemaat/BPI.
3. Jika ada pelayanan Baptisan atau Sidi dalam rentang waktu masa Advent sampai perayaan Tahun Baru, kiranya dapat dilaksanakan pada Natal kedua, tanggal 26 Desember, atau sesuai dengan program di jemaat masing-masing.
4. Disetiap Minggu Advent, 30 menit sebelum ibadah, awalilah dengan menyanyikan lagu-lagu menyambut Natal atau lagu-lagu Natal.
5. Selamat menyambut dan merayakan Natal, Raja Damai kiranya menyertai dan memberkati kita sekalian.

Sumber: DEPTUBIN GKPB

Posted by admin

Sinodal Yang Lainnya..

Jadwal Ibadah 2014

Ibadah Umum, Setiap Hari Minggu, Jam 08.00 Wita

Ibadah Sekolah Minggu, Setiap Hari Minggu, Jam 08.00 Wita

Ibadah Rumah Tangga, Setiap Hari Rabu, Jam 19.30 Wita

Ibadah Kaum Bapak, Setiap Bulan Pada Minggu I, Jam 10.30 Wita

Ibadah Kaum Ibu, Setiap Bulan Pada Minggu III, Jam 10.30 Wita

Ibadah Pemuda, Setiap Hari Sabtu, Jam 19.00 Wita

Bible verse this month

Facebook